Home » , , » Gugatan PT. Bilca Markin Jaya Makmur Dikabulkan Hakim

Gugatan PT. Bilca Markin Jaya Makmur Dikabulkan Hakim

Written By Berita One on Kamis, 01 Juni 2017 | 06.17.00

Hartono Tanuwidjaja SH.MSi.MH.
Jakarta, BERITA-ONE.COM-Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara,  Tedjo  Bomantara SH yang menangani gugatan perdata No. 373/Pdt/G/2016.PN .JKT. UTR mengabulkan gugatan penggugat  untuk sebagian. Hal ini diputus hakim beberapa waktu lalu.

Dalam pertimbangan  hukunya Majelis hakim  antara lain mengatakan, "memutuskan untuk mengabulkan gugatan penggugat sebagian. Menyatakan Tergugat terbukti lakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH),  dan   menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi kepada Penggugat sebesar Rp 130.691.693. Serta menghukum tergugat  membayar ongkos perkara.

Sebelum kasus gugatan ini terjadi,    tergugat Lie Ana Herlina merupakan karyawan pada PT. Bilca Markin Jaya Makmur (PT. BMJM) mulai tahun 2011 sampai dengan 2014,  sebagai  Finance Manager dan Accounting  dengan gaji Rp 12 juta perbulan.

Sedangkan tugas sehari-harinya tergugat membuat laporan keuangan ke Direksi -Manager dengan jalan membuat pembukuan berdasarkan voucher dari Finance dan tugas lainnya,  semisal,  membuat kartu piutang dari tiap customer.

Dalam perjalananya tergugat Lie diduga melakukan perbuatan tercela, yaitu diduga melakukan penggelapan dalam jabatan, pemalsuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang,  yang kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan laporan Polisi NO.  LP/4124/XI/2014/PMJ/Dit . Reskrimsus tanggal 12 November 2014.

Berdasarkan proses penyidikan atas laporan Polisi tersebut, ternyata tergugat Lie memang bersalah sebagaimana tertuang dalam surat tuntutan No. Reg. Perk : PDM -47/TGR/12/2016  jo Petikan Putusan No.150/Pid.B/2016/PN. Tang, yang menyatakan perbuatan Tergugat kepada penggugat  (PT.BMJM) telah mengalami  kerugian Rp 130.691.693.

Selain itu, ternyata masih ditemukan adanya penggelapan lain yang dilakukan tergugat, yaitu tentang ditemukan sejumlah  data dari kartu hutang piutang yang tidak sinkron dengan hasil  tagihan piutang yang seharusnya masuk ke rekening perusahaan, namun tidak dimasukan,  besarnya, Rp 754.006.606.

Dengan ditemukan adanya kerugian baru ini, tergugat telah melakukan PMH yang mengakibatkan kerugian materiil bagi penggugat/  PT. BMJM dengan nilai total
Rp 130.691.693 + Rp 754.006.606 = Rp 884.698.299,-

Karena Lie saat itu  belum juga mau mengembalikan kerugian yang diderita perusahaan, penggugat melalui kuasa hukumnya  Hartono Tanuwidjaja SH,MSI,MH  menggugat Lie ke Pengadilan.  Dan Akhirnya  tergugat  dihukum untuk membayar ganti rugi kepada penggugat seperti yang telah disebutkan di awal tulisan ini.(SUR).

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : WebMaster | Jun Manurung Copyright © 2011. Berita One - All Rights Reserved
Template Created by Posmetro Ciber Group Proudly powered by Blogger