Header Ads

Masyarakat Desak KPK Tangkap Bupati Lahat Dan Istrinya Terkait Indikasi Korupsi Dana Bansos 2011-2013



LAHAT,BERITA-ONE COM- maraknya korupsi di sumatera selatan  dampak dari lemahnya lembaga hukum dalam penanganan kasus korupsi, sehingga para pejabat di sumatera selatan terus melangkahkan kakinya tanpa ragu-ragu melakukan tindakan amoral hal ini tentunya mempengaruhi kesejahteraan rakyat dan berdampak juga terhadap pembangunan daerah.
Seperti di kabupaten lahat  diduga Bupati pelaku tindakan kejahatan yang terindikasi korupsi dana bansos tahun 2011-2013 sebesar Rp 33 milyar dan istrinya juga ikut dalam melakukan indikasi korupsi  dana kegiatan PKK tahun 2014 sebesar Rp  5 milyar sampai sekarang belum ada pengusutan oleh pihak lembaga hukum dari pihak Kajati Sumatera Selatan.
Pihak Kajati sumatera selatan sampai saat ini sangat lemah dalam penanganan  kasus yang terindikasi korupsi apalagi melibatkan orang nomor satu di daerh seperti yang terjadi di kabupaten Lahat Sumatera Selatan
Seperti yang terjadi pada hari ini pada hari kamis 26 november 2015 sekitar pukul 10.00 wib masyarakat yang tergabung dalam ALIANSI ANTI PERAMPOK NEGARA (A2PN) melalui koordinator Aksi (KORAK)  Suardi mereka mempertanyakan lambannya penanganan kasus korupsi yang terjadi di kabupaten lahat sumatera selatan mereka mendesak kajati sumatera selatan untuk:
Menangkap Bupati Kabupaten Lahat yang terindikasi korupsi dana Bansos sebesar Rp. 33.000.000.000,- tahun 2011-2013Mengusut tuntas kasus indikasi korupsi dana kegiatan PKK kabupaten Lahat Sumatera selatan sebesar Rp. 5.000.000.000,- oleh ketua PKK Hj. RR Kurnia Sismartianti AswariDan jika Kajati sumatera selatan tidak mampu maka Kajati sumatera selatan harus mundur dari jabatannya Setelah melakukan orasi beberap jam dan di terima Humas Kajati Sumatera selatan Ing Suardi di dampingi koordinator Lapangan Sukma Hidayar membubarkan massa dengan tertip dan damai (ari /tim )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.